Universitas Panji Sakti - Buleleng | Jl. Bisma No. 22 Singaraja Bali | info@unipas.ac.id | (0362) 23 588
HomeBerita UtamaPENGABDIAN PADA MASYARAKAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANJI SAKTI SINGARAJA

PENGABDIAN PADA MASYARAKAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANJI SAKTI SINGARAJA

PENGABDIAN PADA MASYARAKAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANJI SAKTI SINGARAJA

 

Sabtu 14 Desember 2018 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Panji Sakti Singaraja melakukan Pengabdian Pada masyarakat bagi guru SD Gugus XIII, XIV dan XV Kabupaten Buleleng.

 

Untuk menjadi guru yang profesional ditandai dengan pemberian sertifikat pendidik dengan sejumlah persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh guru.  Guru  harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang  dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi  sebagai agen pembelajaran meliputi komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Tuntutan pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) setiap kali kenaikan pangkat. PTK adalah terjemahan  dari bahasa Inggris “classroom action research”, yang saat ini sedang berkembang dengan pesatnya di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika, Australia, Canada. Para ahli penelitian pendidikan  akhir-akhir ini memberi perhatian yang  cukup  besar terhadap PTK, karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme  guru dalam proses belajar-mengajar di kelas  dengan  melihat berbagai indikator keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang  terjadi pada siswa. McNiff (1999:1) dalam bukunya yang berjudul Action Research  Principles and Practice memandang PTK sebagai  bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya  dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagai  salah  satu bentuk  evaluasi  diri  guru.

Penelitian Tindakan Kelas guru akan  dapat meningkatkan kualitas proses dan produk pembelajarannya. Penelitian tindakan kelas tidak harus membebani pekerjaan guru dalam kesehariannya. Jika guru melakukannya secara kolaboratif dengan dosen perguruan tinggi khususnya LPTK  tentu hal itu tidak akan bertujuan untuk mengesampingkan tugas mengajar sehari-hari. Sebaliknya PTK dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan sehari-hari. Oleh sebab itu guru tidak perlu risau dan takut terganggu dalam  mencapai target kurikulernya jika akan melaksanakan PTK.Penelitian  tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan  antara teori dan praktek pendidikan. Hal ini dapat terjadi karena  setelah meneliti kegiatannya sendiri, di kelas sendiri dengan melibatkan siswa sendiri, melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncanakan,  dilaksanakan,  dan dievaluasi, guru akan memperoleh umpan balik  yang  sistematik mengenai  apa yang selama ini selalu dilakukan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian guru dapat membuktikan apakah suatu teori belajar-mengajar  dapat  diterapkan dengan baik di kelas yang  ia  miliki. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi kelasnya, melalui PTK guru dapat mengadaptasi teori yang ada untuk kepentingan  proses dan atau produk pembelajaran yang lebih efektif, optimal, dan  fungsional.

Guru yang profesional perlu melihat dan menilai sendir secara  kritis terhadap praktek pembelajarannya di kelas. Dengan  melihat  unjuk kerjanya sendiri, kemudian direfleksikan, dan lalu diperbaiki, guru pada akhirnya akan mendapat otonomi secara profesional. Konsep penting  dalam pendidikan ialah selalu adanya upaya perbaikan dari waktu ke waktu  pada proses pembelajaran. Perbaikan pembelajaran yang dapat dilakukan akibat dari diadakannya penelitian tindakan kelas akan memungkinkan bagi guru, sebagai peneliti dalam penelitian tindakan kelas,  untuk  meningkatkan  profesionalismenya secara sistematik dan sistemik. Dengan hal tersebut penting kiranya melakukan pengabdian pada masyarakat dengan melakukan pelatihan penyusunan penelitian tindak kelas (PTK) bagi guru SD di Gugus XIII, XIV dan XV Kabupaten Buleleng.

Share With: